LUTIM — Program Pejuang Subuh mendapat sorotan dari Ustaz Abdul Somad saat tampil dalam Tabligh Akbar di Malili, Luwu Timur. Bagi DPRD Luwu Timur, perhatian dai nasional itu menjadi momentum untuk memperkuat program pembinaan karakter yang digagas pemerintah daerah.
Anggota DPRD Luwu Timur, Firman Udding, mengatakan apresiasi UAS menunjukkan bahwa pendekatan pembinaan masyarakat melalui keluarga dan lingkungan keagamaan memiliki ruang untuk dikembangkan.
Dalam tabligh akbar di Lapangan Pendidikan, Jalan Soekarno Hatta, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Ahad, 26 Juli 2026, UAS menyinggung Program Pejuang Subuh yang diinisiasi Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam. Ia bahkan mendorong kepala daerah lain mengembangkan program serupa.
Menurut Firman, perhatian tersebut seharusnya tidak berhenti pada pujian. Program Pejuang Subuh, kata dia, perlu dijaga kesinambungannya agar manfaat yang ditargetkan pemerintah daerah dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Apresiasi dari Ustaz Abdul Somad menunjukkan bahwa program yang membangun karakter masyarakat mendapat perhatian dan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain,” kata Firman.
Program tersebut mengajak anak-anak menunaikan salat Subuh berjamaah di masjid dengan pendampingan orang tua. Skema itu menempatkan keluarga sebagai bagian penting dari proses pembentukan kebiasaan dan karakter anak.
Firman melihat pola tersebut memiliki nilai lebih karena pembinaan tidak hanya dibebankan kepada sekolah. Orang tua, masjid, dan lingkungan masyarakat ikut mengambil peran.
Di titik itu, DPRD menilai keberlanjutan menjadi persoalan penting. Program pembinaan karakter membutuhkan keterlibatan yang konsisten, bukan sekadar kegiatan yang ramai pada awal peluncuran.
“Pembinaan karakter generasi muda merupakan investasi jangka panjang,” ujar Firman.
Ia berharap Pejuang Subuh terus berkembang dengan melibatkan keluarga dan masjid sebagai ruang pembinaan.
Bagi DPRD, ukuran keberhasilan program semacam ini pada akhirnya bukan seberapa sering ia dipuji, melainkan apakah kebiasaan baik yang ingin dibangun benar-benar bertahan di tengah keluarga dan masyarakat.







