Lutim, timespolitik.com – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Luwu Timur, Ir. Hj. Harisa Suharjo,dari fraksi PAN menggelar temu konstituen dalam rangka Reses Perseorangan Masa Sidang III Tahun Sidang 2025/2026 di Desa Wewangriu, Kecamatan Malili, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Dusun Patande tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi, mulai dari kebutuhan transportasi pendidikan, pengembangan UMKM, fasilitas olahraga, infrastruktur jalan hingga pelayanan persampahan.
Salah satu warga, Marlina, meminta agar Pemerintah Kabupaten Luwu Timur turut memberikan perhatian terhadap kebutuhan bus sekolah di Desa Wewangriu. Menurutnya, sejumlah wilayah lain telah mendapatkan fasilitas bus sekolah, sehingga masyarakat Wewangriu berharap memperoleh fasilitas serupa.
Selain itu, Marlina juga mempertanyakan kewajiban akta notaris bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), terutama karena biaya pengurusan dokumen tersebut dinilai dapat menjadi beban bagi pelaku usaha kecil.
Menanggapi aspirasi tersebut, Harisa mengatakan kebutuhan transportasi sekolah menjadi salah satu perhatian yang akan terus dikawal melalui DPRD.
“Ini menjadi perhatian kami di DPR. Insyaallah tetap kami kawal,” ujar Harisa.
Ia juga menyampaikan komitmennya membantu pelaku UMKM yang terkendala biaya pengurusan akta notaris dengan berupaya memfasilitasi pembiayaannya.

Pemuda Minta Lapangan Bola
Aspirasi lain datang dari Ketua Forum Masyarakat Wewangriu Bersatu (FMWB) yang meminta agar pembangunan atau penyediaan fasilitas olahraga, khususnya lapangan sepak bola, dapat menjadi prioritas pada tahun mendatang.
Keterbatasan fasilitas olahraga membuat anak-anak dan pemuda Wewangriu harus keluar wilayah untuk bermain sepak bola.
Harisa menyambut baik usulan tersebut dan berjanji akan mengomunikasikannya dengan organisasi perangkat daerah terkait.
“Ini adalah salah satu usulan. Kasihan anak-anak kita kalau untuk bermain bola harus keluar sampai ke lapangan merdeka dan stadion. Saya akan bantu komunikasikan ke dinas terkait,” katanya.
Menurutnya, aspirasi mengenai fasilitas olahraga merupakan masukan penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan pembinaan generasi muda.
“Ini masukan yang sangat berharga karena menyangkut pemuda,” lanjutnya.
Jalan Perumahan Nelayan Jadi Sorotan
Sementara itu, Kepala Dusun Patande, Syalwan, menyampaikan kondisi akses menuju kawasan perumahan nelayan yang dinilai belum memadai.
Saat ini, akses menuju kawasan tersebut menggunakan jalan paving block. Kondisi itu menjadi kendala bagi masyarakat yang hendak melakukan pembangunan rumah karena kendaraan pengangkut material, khususnya truk, sulit melintas.
Ia berharap peningkatan akses jalan dapat menjadi perhatian pemerintah sehingga masyarakat lebih mudah mendatangkan material bangunan maupun material timbunan.
Aspirasi lainnya disampaikan Sekretaris Desa Wewangriu terkait pelayanan persampahan. Ia meminta agar armada pengangkut sampah dapat menjangkau Dusun Kore-Korea, yang selama ini disebut belum terlayani secara maksimal.
Berbagai aspirasi tersebut kemudian dicatat sebagai bahan perjuangan dan pengawalan di tingkat DPRD Luwu Timur.
Melalui kegiatan reses ini, masyarakat berharap sejumlah persoalan yang telah disampaikan tidak berhenti pada forum pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program dan kebijakan pemerintah daerah.







