LUTIM – Komisi II DPRD Kabupaten Luwu Timur mengambil langkah koordinatif dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi sebagai upaya mengantisipasi potensi kelangkaan LPG 3 kilogram (Kg) bersubsidi di Kabupaten Luwu Timur.
Koordinasi yang digelar di Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi VII, Kamis (11/6/2026), menjadi forum pembahasan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pasokan dan kelancaran distribusi LPG kepada masyarakat.
Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar VII Gas PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Mulian Pratama, menerima langsung rombongan Komisi II DPRD Luwu Timur. Pembahasan mencakup mekanisme distribusi, pengawasan harga jual sesuai HET, hingga evaluasi penyaluran LPG bersubsidi.
Anggota Komisi II DPRD Luwu Timur, Firman Udding, menegaskan kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam distribusi diminta terus memperkuat koordinasi agar pasokan tetap tersedia di setiap wilayah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Pertamina, agen, pangkalan, serta pemerintah desa dan kecamatan merupakan kunci untuk menjaga stabilitas distribusi LPG 3 Kg. Dengan koordinasi yang berkelanjutan, DPRD berharap masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh gas bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku.







