12 Desa Naik Kelas, Luwu Timur Kini Miliki 49 Desa Mandiri

Oplus_131072

MALILI-  Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat upaya mempercepat kemandirian desa. Hingga 2026, jumlah desa berstatus Mandiri di Luwu Timur meningkat menjadi 49 desa, atau bertambah 12 desa dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal tersebut terungkap dalam kegiatan verifikasi dan validasi data Indeks Desa yang digelar di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Luwu Timur, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala DPMD Luwu Timur Awaluddin, Kepala Bapperida Kamal Rasyid, serta Tenaga Pendamping Profesional Desa.

Verifikasi dan validasi dilakukan untuk memastikan data yang diinput melalui aplikasi Indeks Desa benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Data tersebut menjadi salah satu dasar dalam mengukur perkembangan pembangunan, ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan desa.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan hasil pencatatan terbaru, pada 2025 terdapat 37 desa yang berstatus Mandiri. Jumlah tersebut meningkat menjadi 49 desa pada 2026.

Artinya, terdapat 12 desa yang berhasil naik status dari Desa Maju menjadi Desa Mandiri.

Ke-12 desa tersebut yakni:

  1. Desa Lioka, Kecamatan Towuti
  2. Desa Bantilang, Kecamatan Towuti
  3. Desa Matompi, Kecamatan Towuti
  4. Desa Lampenai, Kecamatan Wotu
  5. Desa Arolipu, Kecamatan Wotu
  6. Desa Bonepute, Kecamatan Burau
  7. Desa Benteng, Kecamatan Burau
  8. Desa Patengko, Kecamatan Tomoni Timur
  9. Desa Margomulyo, Kecamatan Tomoni Timur
  10. Desa Sumber Makmur, Kecamatan Kalaena
  11. Desa Mekarsari, Kecamatan Kalaena
  12. Desa Maleku, Kecamatan Mangkutana

Kepala DPMD Luwu Timur Awaluddin bersama Bapperida dan para pendamping desa terus mengawal proses pemutakhiran data tersebut agar setiap indikator yang digunakan benar-benar menggambarkan kondisi riil desa.

DPMD berperan dalam pembinaan tata kelola pemerintahan desa, sementara Bapperida memastikan perencanaan pembangunan desa tetap sejalan dengan target pembangunan daerah. Di sisi lain, Tenaga Pendamping Profesional Desa melakukan verifikasi faktual serta mendampingi proses penginputan data di lapangan.

Peningkatan status 12 desa menjadi Mandiri menjadi salah satu indikator bahwa intervensi pembangunan berbasis desa di Luwu Timur mulai menunjukkan hasil yang positif.

Capaian tersebut sekaligus diharapkan dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lainnya untuk terus berinovasi, memperkuat potensi lokal, serta meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan bertambahnya desa Mandiri, Pemkab Luwu Timur optimistis pembangunan desa dapat terus bergerak lebih cepat dan merata menuju desa yang semakin maju, mandiri, dan berkelanjutan.

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *