Bapperida Luwu Timur Perkuat Data Ekonomi untuk Kebijakan Pembangunan Tepat Sasaran

MALILI– Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Luwu Timur memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah untuk memastikan data perekonomian daerah akurat dan dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan.

Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Data Capaian Perekonomian Daerah yang digelar di Aula Kantor Bapperida Luwu Timur, Selasa (11/8/2026).

Rapat dipimpin Kepala Bapperida Luwu Timur, Kamal Rasyid, dan dihadiri sejumlah perangkat daerah serta instansi terkait, termasuk Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, BPS, serta Bagian Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Luwu Timur.

Kamal Rasyid mengatakan, koordinasi data sangat penting karena setiap kebijakan pembangunan harus disusun berdasarkan informasi yang benar dan menggambarkan kondisi daerah secara nyata.

Bacaan Lainnya

“Data ini menjadi salah satu dasar dalam menentukan arah kebijakan pembangunan. Karena itu, kita perlu memastikan data yang digunakan akurat, konsisten dan selaras antarinstansi,” ujar Kamal.

Dalam rapat tersebut, terdapat tiga agenda utama yang dibahas. Pertama, perkembangan pendataan Sensus Ekonomi 2026 untuk melihat progres pendataan sekaligus memastikan tersedianya basis data ekonomi yang komprehensif.

Agenda kedua terkait evaluasi capaian inflasi Juli 2026. Pembahasan ini dilakukan untuk melihat perkembangan harga dan kondisi stabilitas ekonomi, termasuk dampaknya terhadap daya beli masyarakat.

Sementara agenda ketiga membahas gambaran awal pertumbuhan ekonomi Luwu Timur pada Triwulan II 2026. Data dan sejumlah indikator awal menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan ekonomi sekaligus menentukan langkah kebijakan ke depan.

Menurut Kamal, koordinasi dengan BPS dan perangkat daerah menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas data ekonomi daerah.

“Yang kita harapkan adalah data yang tersedia benar-benar bisa menjadi rujukan bersama. Dengan data yang valid dan terintegrasi, perencanaan pembangunan bisa lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Rapat tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi capaian perekonomian Luwu Timur hingga Triwulan II 2026. Bapperida berharap sinergi lintas instansi terus diperkuat agar pengelolaan data semakin baik.

Kamal menegaskan, data bukan hanya sekadar angka, tetapi menjadi dasar pemerintah dalam mengambil keputusan dan menyusun program yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“Tujuan akhirnya tentu bagaimana kebijakan yang kita susun bisa menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan,” pungkasnya.

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *