Lutim, timespolitik.com – Tim verifikasi pendidikan dijadwalkan akan dilaksanakan besok, Rabu 22 April 2026, oleh pihak Yayasan Pendidikan Soroako (YPS) bersama tim eksternal. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penerimaan siswa baru di SD YPS, khususnya dalam memeriksa kelengkapan berkas administrasi calon peserta didik.
Di tengah proses tersebut, muncul persoalan yang dialami salah satu calon siswa berinisial DNS. Siswa tersebut terancam tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SD YPS bersama teman-temannya, meskipun telah menyelesaikan pendidikan selama dua tahun di TK YPS.
Permasalahan ini diduga disebabkan oleh tidak terbitnya surat keterangan (suket) dari Kerukunan Wawa inia Asli Sorowako (KWAS), yang menjadi salah satu syarat administrasi untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan YPS.
Pihak keluarga mengaku kebingungan atas situasi tersebut. Pasalnya, DNS sebelumnya telah memperoleh suket dari KWAS saat pertama kali masuk ke TK YPS. Tidak hanya itu, saudara serta anggota keluarga lainnya juga menggunakan dokumen serupa tanpa mengalami kendala.
Upaya komunikasi telah dilakukan oleh pihak keluarga dengan sejumlah pengurus KWAS
Di sisi lain, berdasarkan keterangan dari beberapa tokoh masyarakat, di antaranya Bapak H. Imam Jufri dan Bapak H. Mariadi, disebutkan bahwa keluarga DNS memiliki hak atas penerbitan suket dari KWAS. Hal tersebut didasarkan pada silsilah keluarga yang dimiliki dan diakui.
Orang tua DNS pun berharap kepada tim verifikasi agar mempertimbangkan seluruh keterangan dan pernyataan dari para tokoh masyarakat tersebut. Mereka berharap tim verifikasi dapat mengambil kesimpulan yang objektif dan bijaksana, sehingga ananda DNS tetap dapat melanjutkan pendidikannya di SD YPS tanpa harus kembali memperbarui suket yang hingga saat ini belum juga diterbitkan.
Keluarga DNS juga berharap adanya solusi yang adil dan transparan dari pihak terkait, mengingat pendidikan merupakan hak dasar setiap anak. Mereka menilai bahwa persoalan administrasi seharusnya tidak menjadi penghambat bagi anak untuk melanjutkan pendidikan, terlebih ketika dasar-dasar keabsahan telah diperkuat oleh keterangan tokoh masyarakat setempat.
Dengan dilaksanakannya verifikasi besok, keluarga DNS menaruh harapan besar agar permasalahan ini dapat menemukan titik terang, sehingga DNS dapat tetap melanjutkan pendidikan bersama rekan-rekannya tanpa hambatan.






