Pelatihan BONeLS merupakan pelatihan penting yang berfokus pada penanganan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal, sehingga tenaga kesehatan mampu melakukan tindakan cepat, tepat, dan terstandar saat menghadapi kondisi kritis ibu maupun bayi baru lahir.
Pembukaan kegiatan secara resmi dilakukan oleh Plt. Direktur RSUD I Lagaligo, dr. Irfan, M.Kes, Sp.PK. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kesehatan merupakan bagian penting dari upaya menekan risiko kematian ibu dan bayi.
“Pelatihan BONeLS ini adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan bahwa tenaga kesehatan yang melayani siap menghadapi berbagai situasi darurat obstetri dan neonatal yang mengancam jiwa,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid P2SDM sekaligus Ketua Panitia, Ns. Yurni Rais, S.Kep, melaporkan bahwa pelatihan berlangsung selama lima hari dengan metode blended system, yaitu dua hari daring dan tiga hari tatap muka. Para peserta terdiri dari 8 Bidan PNS, 15 Bidan CPNS, 22 Bidan P3K, dan 5 Bidan UJ.
Pelaksanaan pelatihan ini menjadi langkah nyata RSUD I Lagaligo dalam memastikan seluruh tenaga kesehatan memiliki keterampilan yang mumpuni, terutama dalam menghadapi situasi emergensi yang membutuhkan penanganan cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Dengan adanya pelatihan BONeLS ini, RSUD I Lagaligo berharap kualitas pelayanan kebidanan dan neonatal dapat terus meningkat, sekaligus menjadi upaya preventif dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Luwu Timur.