Lutim,timespolitik.com-Program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) senilai Rp2 miliar per desa yang menjadi salah satu program unggulan Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam dan Wakil Bupati Hj Puspawati Husler, mulai diluncurkan secara bertahap pada 2025 ini. Namun, baru 33 desa yang ditetapkan sebagai percontohan.
Bupati Irwan menjelaskan bahwa program ini akan direalisasikan penuh mulai 2026, namun untuk tahun ini, program ini mulai diuji coba di 33 desa untuk memastikan skema program berjalan efektif. “Program Rp2 miliar per desa ini memang akan kami realisasikan penuh mulai 2026. Tapi untuk tahun ini, kami mulai uji coba di 33 desa,” jelas Bupati Irwan.
Dalam pelaksanaannya, setiap desa diminta mendeklarasikan potensi utama yang akan dikembangkan, mulai dari pertanian, peternakan, hingga sektor lain yang sesuai dengan karakter wilayah masing-masing. Dana Rp2 miliar itu pun dibagi dengan skema 80 persen untuk pembangunan berbasis potensi desa, dan 20 persen untuk operasional.
Bupati Irwan juga menegaskan bahwa tujuan dari program ini bukan sekadar bantuan rutin, tetapi untuk mendorong desa menjadi lebih mandiri secara ekonomi. Ia berharap program BKK Rp2 miliar ini bisa menjadi tonggak perubahan arah pembangunan desa di Luwu Timur, dari desa penerima bantuan menjadi desa penghasil pendapatan.







