Belopa, timespolitik.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu resmi menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mengurai persoalan yang mencuat antara Asosiasi Welder Luwu Raya (AWLR) dengan pihak kontraktor PT Davidi dan perusahaan induknya, PT Masmindo Dwi Area (MDA).
Langkah ini ditandai dengan diterbitkannya surat undangan RDP bernomor 400.10.6/394/V/DPRD/2026 tertanggal 4 Mei 2026, yang ditandatangani Ketua DPRD Luwu, Ahmad Gazali. Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 11 Mei 2026 pukul 13.30 WITA di Ruang Komisi III DPRD Luwu.
RDP ini merupakan respons cepat DPRD atas aduan resmi AWLR yang menilai proses rekrutmen tenaga kerja oleh PT Davidi belum transparan dan belum berpihak pada tenaga kerja lokal.
Dalam suratnya, AWLR menyoroti minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek yang tengah berjalan. Mereka menilai perusahaan lebih banyak merekrut tenaga dari luar daerah, meskipun potensi tenaga kerja lokal dinilai memadai.
Ketua Pendiri AWLR, Hirawan, menyampaikan kekecewaan mendalam atas kondisi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa informasi terbaru menyebutkan adanya tambahan perekrutan tenaga kerja dari luar untuk proyek tertentu.
“Kami mendapat informasi ada sekitar 16 tenaga kerja baru yang akan menjalani Medical Check Up untuk proyek tangki. Ini membuat kami semakin kecewa, karena tenaga kerja lokal seolah tidak diberi ruang,” ujarnya.
Sejumlah pihak penting akan dihadirkan dalam RDP ini, mulai dari Komisi III DPRD Luwu, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, manajemen PT Davidi, PT Masmindo Dwi Area, hingga perwakilan AWLR.
Kasus ini bukan sekadar soal rekrutmen, tetapi juga menyangkut rasa keadilan masyarakat lokal terhadap peluang kerja di daerahnya sendiri. DPRD Luwu kini berada di posisi strategis sebagai penengah untuk memastikan adanya transparansi dan keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal.
Forum ini diharapkan menjadi ruang terbuka untuk mengklarifikasi berbagai tudingan, sekaligus mencari solusi yang adil bagi semua pihak dan juga menjadi dasar perbaikan sistem rekrutmen ke depan.







