Hari Jadi Luwu ke-758 dan HPRL ke-80 Diperingati, Bupati Luwu Timur: Warisan Perjuangan Harus Terus Hidup

Palopo, timespolitik.comPeringatan Hari Jadi Luwu ke-758 yang dirangkaikan dengan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80 digelar pada Jumat, 23 Januari 2026,di kompleks istana Kedatuan Luwu. Momentum bersejarah ini menjadi ajang refleksi perjalanan panjang Tana Luwu sekaligus peneguhan semangat perjuangan dan persatuan masyarakat.

Peringatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, namun sarat makna historis. Luwu sebagai salah satu wilayah tertua di Sulawesi Selatan memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan bangsa. Semangat perlawanan rakyat Luwu yang diwariskan para pendahulu diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi dalam membangun daerah ke arah yang lebih maju.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, hingga elemen masyarakat lainnya. Kolaborasi lintas elemen tersebut menjadi simbol kuatnya persatuan dalam menjaga nilai budaya, sejarah, dan jati diri Luwu.

 

Turut hadir dalam peringatan Hari Jadi Luwu ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80 tersebut, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, Wakil Bupati Luwu Timur Hj. Puspawati Husler, Ketua TP PKK Luwu Timur Ani Nurbani Irwan.serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam yang ditemui disela-sela kegiatan oleh pewarta media ini,menegaskan pentingnya menjadikan peringatan ini sebagai pengingat sekaligus motivasi bagi generasi saat ini.

“Hari Jadi Luwu dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi bagaimana kita mewarisi semangat juang para pahlawan untuk diwujudkan dalam kerja nyata membangun daerah. Sejarah adalah fondasi, dan dari sanalah kita melangkah ke masa depan,” ujar Bupati Irwan.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat rasa cinta terhadap daerah.

“Kemajuan Tana Luwu tidak lepas dari kebersamaan masyarakatnya. Semangat perlawanan dan persatuan inilah yang harus terus kita rawat agar Bumi Sawerigading semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tambahnya.

Melalui peringatan Hari Jadi Luwu ke-758 dan 80 Tahun Perlawanan Rakyat Luwu ini, masyarakat diajak untuk memperkuat identitas daerah serta melanjutkan nilai-nilai perjuangan dengan kontribusi positif di berbagai bidang pembangunan.

Peringatan tersebut berlangsung khidmat dan bermakna, sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah hari ini merupakan buah dari sejarah panjang dan pengorbanan para pendahulu rakyat Luwu.

Lap: Sherly

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *