Lutim,timespolitik.com– Semangat kebersamaan menyelimuti aula Desa Wewangriu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, pada Jumat, 19 September 2025. Seluruh elemen masyarakat berkumpul dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang krusial, merajut Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan Daftar Usulan (DU) untuk tahun anggaran 2026. Acara ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penentu arah pembangunan desa ke depan.
Hadir memimpin jalannya musyawarah, Pj. Kepala Desa Wewangriu, Nasir Haruni, didampingi Sekretaris Desa Mahmuddin, serta seluruh jajaran aparat desa dan kepala dusun Patande, Salabu, Paorebbae, dan Kore-Korea.
turut hadir Isnaen, mewakili Camat Malili, Ketua BPD Bobly Iskandar beserta anggota, tokoh pemuda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat semakin menegaskan komitmen kolektif untuk kemajuan Wewangriu.
Dalam sambutannya yang penuh visi, Isnaen menyoroti fokus pembangunan jangka panjang, khususnya pada infrastruktur fisik. Ia mengungkapkan bahwa Wewangriu akan menjadi bagian dari rencana jalan poros strategis Sulawesi Selatan-Sulawesi Tenggara.
“Jalan poros ini diproyeksikan akan membuka gerbang ekonomi baru dan memberikan dampak signifikan bagi perkembangan desa kita,” ujarnya.
Namun, di tengah euforia pembangunan, Isnaen tak lupa menyentil isu krusial: kebersihan lingkungan. “Masyarakat harus memperhatikan kebersihan, terutama pengelolaan saluran air. Pembuangan harus ditata dengan baik, jangan asal buang saja. Gunakan drainase yang ada agar kampung kita ini bersih dan sehat,” tegasnya, mengingatkan pentingnya sinergi antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
Senada dengan itu, Pj. Kepala Desa Nasir Haruni menegaskan pentingnya usulan yang berorientasi pada prioritas dan manfaat nyata bagi seluruh warga. “Setiap usulan yang diajukan dalam Musrenbangdes ini haruslah usulan yang berskala prioritas dan mampu memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat,” harapnya.
Menjelaskan lebih lanjut, Sekretaris Desa Mahmuddin memaparkan strategi pembiayaan. “Ada beberapa usulan yang menjadi skala prioritas dan usulan yang masuk dalam daftar usulan biasa. Program dengan anggaran besar akan kita dorong ke tingkat Kabupaten, sementara untuk anggaran yang tidak terlalu besar, insyaallah akan kita cover melalui dana desa,” jelas Mahmuddin, menunjukkan perencanaan yang matang.
Musrenbangdes ini menjadi panggung bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi dan kebutuhan pembangunan desa secara langsung. Setiap ide dan masukan yang terkumpul akan menjadi pondasi utama penyusunan RKPDes, yang akan menjadi pedoman konkret bagi pembangunan Desa Wewangriu selama satu tahun ke depan.
Melalui RKPDes yang partisipatif dan terarah ini, Desa Wewangriu berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, dengan program-program pembangunan yang tepat sasaran, serta tetap menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai fondasi utama kemajuan.







