Lutim, timespolitik.com – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DistanKP) menargetkan panen padi seluas 30.519,78 hektare selama periode April hingga Juni 2026. Target besar ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga posisi Luwu Timur sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan.
Data yang diperoleh media ini menyebutkan, luas panen pada April mencapai 12.949,45 hektare, Mei 8.156,83 hektare, dan Juni sebesar 9.196,93 hektare. Sejumlah kecamatan menjadi penyumbang terbesar produksi padi, di antaranya Kecamatan Angkona, Burau, Kalaena, dan Tomoni Timur.
Besarnya target panen tersebut diharapkan mampu mendongkrak produksi beras daerah dan menopang kebutuhan pangan masyarakat, baik di tingkat lokal maupun regional.
Namun di balik optimisme itu, sektor pertanian Luwu Timur masih menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan perhatian serius. Mulai dari harga gabah yang belum stabil, risiko kehilangan hasil akibat penanganan pasca panen yang belum maksimal, dampak perubahan iklim, hingga ancaman hama dan penyakit tanaman.
Selain itu, keterbatasan alat dan mesin pertanian juga masih menjadi kendala di lapangan. Sektor pertanian pun menghadapi tantangan dalam ketersediaan tenaga kerja, karena sebagian masyarakat lebih memilih bekerja di sektor pertambangan yang dinilai lebih menjanjikan secara ekonomi.
Belum optimalnya fungsi kelompok tani juga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi agar program pertanian berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DistanKP), Munadiah As’ad, menegaskan bahwa penyelesaian berbagai persoalan pertanian menjadi prioritas utama pembangunan daerah tahun 2026.
“Pemerintah daerah berkomitmen menambah sarana mekanisasi, memperbaiki sistem pra dan pasca panen, memberikan dukungan permodalan, serta memperkuat kelembagaan petani,” ujar Munadiah.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar seluruh potensi lahan pertanian dapat tergarap maksimal, produksi tetap terjaga, dan kesejahteraan petani di Kabupaten Luwu Timur terus meningkat.
Dengan target panen yang besar dan dukungan program strategis pemerintah daerah, Luwu Timur optimistis mampu menjaga stabilitas produksi pangan sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama ekonomi masyarakat pedesaan.







