LUWU TIMUR, – Kabar mengejutkan datang dari Desa Jalajja, Kecamatan Burau, Luwu Timur. Seorang guru ngaji yang dikenal sebagai Ustadz Tokhiruddin, atau kerap disapa Ustadz Siomay, mendadak dipecat dari posisinya sebagai pengajar di Masjid Istiqomah.
Pemecatan ini menghebohkan publik, apalagi isu yang beredar menyebutkan bahwa alasan pemecatan berkaitan dengan dukungan politik yang berbeda dalam Pilkada Luwu Timur.
Sebagai seorang guru ngaji yang juga berprofesi sebagai pedagang siomay keliling, Ustadz Siomay menyampaikan rasa kecewanya.
“Saya hanya bisa mengelus dada. Saya seorang guru ngaji yang berniat membina generasi muda, tapi karena perbedaan pilihan, saya diberhentikan tanpa alasan yang jelas,” ujar Tokhiruddin.
Ustadz Tokhiruddin, diduga mendukung calon kepala daerah lain di Pilkada Lutim, dan tidak mendukung petahana Budiman – Akbar.
Kabar pemecatan ini sontak viral di media sosial setelah salah satu warga mengunggah informasi tersebut. Banyak tokoh agama dan masyarakat menyuarakan protes mereka, merasa tak terima atas perlakuan sepihak terhadap seorang ulama hanya karena perbedaan pandangan politik.
Ustadz Tokhiruddin pun semakin mempertanyakan program “Lanjutkan Kebaikan” yang diusung pasangan calon petahana Budiman – Akbar.
“Kalau katanya ingin melanjutkan kebaikan, kenapa malah berujung pada pemecatan dan terkesan balas dendam? Saya jadi makin ragu akan keikhlasan dari program yang mereka tawarkan,” ujar Tokhiruddin.







