Polres Luwu Timur Bergerak Cepat Tangani Intimidasi Jurnalis di Tambang Ilegal yang Viral

Lutim,timespolitik.comSebuah insiden intimidasi dan pengancaman terhadap sejumlah jurnalis yang tengah meliput di lokasi tambang galian C ilegal di Sungai Kalaena, Kecamatan Mangkutana, telah menggemparkan publik. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (1/10/2025) ini tak hanya terekam video dan viral di media sosial, namun juga memicu respons cepat dari aparat kepolisian.

Kasubsi Humas Polres Luwu Timur, Bripka A. Muh. Taufik, mengonfirmasi bahwa para korban telah resmi membuat laporan ke Polres Luwu Timur. Menanggapi laporan serius ini, tim penyidik Sat Reskrim pun tak buang waktu, langsung terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Kamis (2/10/2025) untuk melakukan pendalaman dan pengumpulan bukti serta keterangan lebih lanjut.

“Korban sudah melaporkan insiden tersebut. Penyidik dari Sat Reskrim Polres Luwu Timur juga sudah mendatangi lokasi untuk mengumpulkan bukti serta meminta keterangan terkait peristiwa itu,” jelas Bripka Taufik, menegaskan keseriusan pihak kepolisian dalam menangani kasus ini.

Diberitakan sebelumnya, insiden memprihatinkan ini bermula saat beberapa jurnalis menjalankan tugas mulia mereka, yaitu meliput aktivitas di tambang galian C yang diduga beroperasi secara ilegal. Sayangnya, upaya mereka untuk mengungkap fakta justru berujung pada tindakan intimidasi dan ancaman dari pemilik tambang beserta rekan-rekannya.

Kejadian ini sontak menimbulkan keprihatinan luas dari berbagai pihak. Pasalnya, kebebasan pers adalah pilar demokrasi yang dilindungi undang-undang, dan tindakan intimidasi terhadap jurnalis merupakan serangan langsung terhadap hak fundamental tersebut.

Polres Luwu Timur menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti kasus ini secara profesional dan transparan, sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, demi menjaga keadilan dan melindungi kebebasan pers di wilayah hukumnya.

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *