Lutim,timespolitik.com–Keluhan masyarakat Desa Wewangriu terkait banjir yang kerap melanda lahan persawahan dan tambak akhirnya mendapatkan titik terang. Pemerintah desa, Dinas Pertanian, dan PT. Haji Latunrung bergerak cepat melakukan observasi untuk mencari akar permasalahan banjir yang meresahkan para petani.Jumat (14/8/2025).
Langkah konkret diambil melalui musyawarah yang melibatkan pemerintah desa, Dinas Pertanian, petani padi, dan petambak. Setelah berdiskusi intensif dan melakukan survei lapangan, tim berhasil menentukan titik jalur pembuangan air yang optimal.
Penyuluh Pertanian Desa Wewangriu, Darlan S.P., menyatakan, “Upaya ini bertujuan untuk meminimalisir risiko banjir di area persawahan. Kami berharap, masalah yang selama ini dialami petani dapat teratasi, sehingga mereka dapat meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman padi.”

Baca juga: Harga Beras Meroket,Polsek Malili Hadirkan Solusi Pangan Murah di Desa Wewangriu
Dukungan penuh juga datang dari Babinsa Desa Wewangriu, Serda Iwan . “Kami sangat mendukung kegiatan ini dalam rangka meningkatkan swasembada pangan melalui program pemerintah Republik Indonesia. Presiden Prabowo Subianto. Semoga normalisasi ini memberikan manfaat besar bagi petani padi dan tambak,” ujarnya.
Pj. Kepala Desa Wewangriu Nasir Haruni menambahkan, “Kami menindaklanjuti keluhan masyarakat untuk terus berupaya meningkatkan produksi pertanian, khususnya petani padiĀ dan peteni tambak. Dengan target kami adalah mencapai hasil produksi 6 ton per hektar.”
Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, petani, dan sektor swasta, Pj Kepala Desa Wewangriu optimis dapat mengatasi masalah banjir dan meningkatkan kesejahteraan para petani.







