HUT ke-42 Desa Wewangriu Berlangsung Meriah, Empat Dusun Bersatu dalam Semangat Kebersamaan

Lutim, timespolitik.com – Lapangan Tepu Manasa, Dusun Kore-korea, Desa Wewangriu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, berubah menjadi pusat kemeriahan, Selasa (27/10/2026). Ratusan warga larut dalam suasana penuh kegembiraan untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 Desa Wewangriu.

Tak sekadar menjadi perayaan hari jadi desa, momentum ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan masyarakat dari empat dusun yang menjadi bagian dari Desa Wewangriu.

Warga Dusun Patande, Salabu, Paorebbae, dan Kore-korea sebagai tuan rumah tampak membaur tanpa sekat. Semangat kebersamaan mewarnai setiap rangkaian kegiatan, menghadirkan suasana perayaan yang meriah sekaligus penuh kekeluargaan.

Berbeda dari perayaan yang identik dengan seremoni formal, HUT ke-42 Desa Wewangriu dikemas melalui berbagai perlombaan olahraga dan permainan rakyat yang melibatkan masyarakat.

Sedikitnya lima jenis lomba digelar untuk menyemarakkan perayaan, yakni mini soccer, sepak takraw, bola voli putra dan putri, bola kasti, serta lomba memasukkan pensil ke dalam botol.

Setiap perlombaan menghadirkan keseruan tersendiri. Pertandingan mini soccer dan sepak takraw menyuguhkan persaingan antarpeserta yang mengundang perhatian penonton. Sementara itu, pertandingan bola voli dan bola kasti menjadi ruang bagi warga untuk menunjukkan kemampuan sekaligus kekompakan tim.

Suasana tak kalah menghibur terlihat dalam lomba memasukkan pensil ke dalam botol. Permainan sederhana yang mengandalkan ketelitian dan konsentrasi tersebut mengundang gelak tawa penonton.

Dukungan warga terhadap peserta dari dusun masing-masing turut menambah semarak suasana. Meski persaingan berlangsung antardusun, seluruh peserta dan pendukung tetap berada dalam satu semangat, yakni merayakan hari jadi Desa Wewangriu bersama-sama.

Budiman, Kepala Desa Wewangriu, mengatakan, perayaan HUT ke-42 sengaja dikemas melalui kegiatan olahraga dan permainan rakyat agar masyarakat dapat terlibat langsung, sekaligus memperkuat hubungan antardusun.

Menurutnya, usia 42 tahun merupakan momentum penting untuk memperkokoh fondasi kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan Desa Wewangriu.

“42 tahun itu usia matang. Desa Wewangriu ini besar karena empat dusunnya rukun. Kami tidak ingin HUT hanya jadi acara seremonial di kantor desa. Kami ingin pesta ini milik rakyat, ada di tengah lapangan, dirasakan semua warga,” tegas Budiman.

Ia menilai, kekompakan masyarakat merupakan modal penting dalam mendukung pembangunan desa. Karena itu, perayaan hari jadi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan hiburan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mempererat persaudaraan dan membangun semangat gotong royong.

“Selama empat dusun ini kompak, saya yakin Wewangriu akan semakin maju,” pungkasnya.

Perayaan HUT ke-42 Desa Wewangriu menjadi gambaran bahwa kemajuan sebuah desa tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kekuatan hubungan sosial dan partisipasi masyarakat.

Melalui olahraga dan permainan rakyat, warga mendapatkan ruang untuk berinteraksi, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap desa.

Kebersamaan yang terbangun di Lapangan Tepu Manasa menjadi pesan penting bahwa perbedaan dusun bukanlah sekat yang memisahkan, melainkan bagian dari keberagaman yang memperkaya kehidupan masyarakat.

Di usia ke-42 tahun, Desa Wewangriu diharapkan terus tumbuh menjadi desa yang semakin maju, dengan masyarakat yang tetap menjaga persatuan, menjunjung tinggi gotong royong, dan bergerak bersama membangun masa depan desa.

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *