LUTIM,–Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) merupakan instrumen pengukuran daya saing pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Tujuannya, untuk memperoleh sebuah ukuran daya saing daerah yang komprehensif, yang merefleksikan tingkat produktivitas daerah.
Sementara dikutip dari sumber data BRIN Tahun 2023, terlihat Kabupaten Luwu Timur berada di posisi ke 22 dari 24 kabupaten/kota se Sulawesi Selatan.
Rinciannya, indeks terendah didapatkan oleh Kabupaten Luwu dengan skor 2.79, kepulauan selayar dengan skor 2.82 lalu menyusul Luwu Timur dengan skor IDSD 2.83.
Kemudian skor rata-rata IDSD nasional tahun 2023 adalah 3.44. Sementara skor IDSD provinsi Sulawesi Selatan yang didapatkan yakni, 3.70.
Kerangka pengukuran IDSD 2023 terdiri dari empat komponen pembentuk daya saing, yaitu lingkungan pendukung, sumber daya manusia, pasar, dan ekosistem inovasi.
Keempat komponen tersebut ditopang oleh 12 pilar yang menjadi faktor pendorong daya saing yaitu, institusi, Infrastruktur, adopsi TIK, stabilitas ekonomi makro, kesehatan, keterampilan, pasar produk, pasar tenaga kerja, sistem keuangan, ukuran pasar, dinamisme bisnis dan kapabilitas inovasi.
IDSD Kabupaten Luwu Timur yang berada di posisi 22 dari 24 kabupaten/kota Sulawesi Selatan, dinilai tidak berbanding lurus dengan pencapaian APBD Luwu Timur sebesar Rp 1,9 Triliun sebagaimana digaungkan Pemda Lutim.
Dengan pencapaian APBD tersebut, IDSD Luwu Timur seharusnya sudah berada di posisi tengah atau diatas dari 24 kabupaten/kota se Sulsel, bukan malah diposisi 22.
Artinya, pencapaian APBD Lutim yang besar belum mendorong kemampuan Pemda melakukan inovasi program yang mendorong daya saing daerah.






