LUTIM,–Puluhan warga Malili yang hendak memasang spanduk bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam – Puspawati Husler, menuai pencekalan.
Kajadian itu pada Selasa (9/7/2024) malam, di dekat Pengadilan Negeri Lama, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel.
Salah satu warga Malili yang ikut memasang spanduk, Dirham menceritakan, sekitar Pukul 18.00 Wita, saat kami hendak memasang spanduk pak Ibas, teman kami datang meminta agar spanduk ini dipindahkan.
“Sementara kami bongkar, tiba-tiba datang mobil Jeep berwarna merah memarkir kendaraannya ditengah jalan, sehingga terjadi kemacetan arus lalu lintas, dan salah satu teman meminta agar mobil itu diparkir ditepi jalan,” ujarnya.
Lanjutnya, setelah ia memarkir kendaraannya di tepi jalan, pengemudi mobil yang bernama Anggu atau kerap disapa Bapak Ayu warga Desa Balantang, turun dari mobilnya dengan membawa sebilah parang lalu marah-marah dan mengatakan, “tidak mau ko bongkar baliho mu sekarang”.
Ia pun melihat saya, lalu mengucapkan “Kau mi le” sembari mengacungkan parang dan bergerak ke arah saya, namun teman-teman menghalangi.
Tak sampai disitu kata Dirham, sekelompok orang, ya sekitar 10 orang dari rumah pribadi Bupati Lutim, Budiman yang juga bakal calon Bupati dari Partai PDI Perjuangan juga menghampiri kami.
“Mereka pun marah-marah ke kami, dan bapak Ayu juga terus mengomel lalu bergerak ke arah spanduk Ibas-Puspa kemudian ia tebas sebanyak tiga kali sampai robek,” jelasnya.
Melihat perlakuan itu, teman-teman pun tersurut emosi dan mengejar pelaku (bapak Ayu), namun tiba-tiba kepolisian datang, bapak Ayu pun langsung pergi dan meninggalkan mobilnya di tepi jalan.
“Atas perlakuan itu, kami melaporkan kejadian ini ke Mapolres Luwu Timur agar diproses hukum agar tidak terjadi lagi kejadian serupa,” tandasnya.
Menurutnya, di Pilkada ini kami menggaungkan konsep romantis yang bertujuan Pilkada Lutim berlangsung aman dan sejuk.
“Namun dari prilaku mereka terhadap kami sama sekali tidak menunjukkan sikap keramahan yang sebagaimana mereka gaungkan setiap saat ke masyarakat,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polres Luwu Timur, Bripka Andi Muh Taufiq membenarkan kalau pihaknya telah menerima laporan tersebut.
“SPKT sudah menerima laporan terkait persoalan tersebut, dan akan dilakukan penyelidikan,” singkat Taufiq.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan resmi dari Anggu selaku terlapor di Polres Lutim.






