UMKM Gurih Asap Khas Malili Raup Omzet Jutaan, Produk Olahan Ikan Wewangriu Jadi Buruan Pengunjung

Lutim, timespolitik.com – Kehadiran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Luwu Timur terus memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi lokal.

Salah satu yang merasakan manfaat tersebut adalah Dian Rahmawati, pemilik UMKM Gurih Asap Khas Malili yang berlokasi di Desa Wewangriu, Kecamatan Malili.

Perempuan yang dikenal aktif mengembangkan berbagai produk olahan ikan khas pesisir itu kembali mencatat hasil penjualan yang menggembirakan.

Dalam kegiatan Sabtu Sehat Juara (SSJ) yang rutin digelar pemerintah daerah, omzet penjualannya bahkan mampu menembus angka Rp1,8 juta hanya dalam satu hari.Kesuksesan tersebut kembali berlanjut pada gelaran Fun Run Juara Luwu Timur Semarak hari Jadi ke – 23 yang berlangsung pada Minggu (21/6/2026).

Sejak pagi hari, lapak miliknya ramai didatangi pengunjung yang ingin mencicipi aneka olahan ikan khas Malili yang menjadi ciri khas usahanya.
“Alhamdulillah, pembeli selalu antusias. Produk yang kami jual dibuat dari bahan baku ikan segar yang dibeli langsung dari nelayan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Wewangriu,” ujar Dian.

Menurutnya, dukungan masyarakat terhadap produk lokal terus meningkat. Hal itu terlihat dari tingginya minat pengunjung pada berbagai olahan ikan yang dipasarkan, mulai dari makanan siap saji hingga produk yang dapat dijadikan oleh-oleh khas daerah.

Dian menilai kegiatan yang melibatkan UMKM seperti SSJ dan Fun Run Juara dalam semarak hari jadi Luwu Timur ke- 23, menjadi ruang promosi yang sangat efektif bagi pelaku usaha lokal. Selain memperkenalkan produk kepada masyarakat luas, kegiatan tersebut juga mampu meningkatkan pendapatan pelaku UMKM secara langsung.

Tidak hanya memberikan keuntungan bagi usahanya, aktivitas produksi yang dijalankan Gurih Asap Khas Malili juga turut menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir. Pasalnya, kebutuhan bahan baku ikan diperoleh dari hasil tangkapan nelayan setempat sehingga menciptakan hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.

“Kalau penjualan meningkat, tentu kebutuhan bahan baku juga bertambah. Ini secara tidak langsung membantu nelayan karena hasil tangkapan mereka terserap,” jelasnya.

Keberhasilan UMKM Gurih Asap Khas Malili menjadi bukti bahwa potensi perikanan lokal dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Dengan inovasi produk serta dukungan masyarakat dan pemerintah daerah, usaha berbasis sumber daya lokal tersebut kini semakin dikenal dan diminati.

Di tengah semarak kegiatan olahraga dan hiburan yang digelar pemerintah daerah, lapak-lapak UMKM seperti Gurih Asap Khas Malili menjadi salah satu magnet yang selalu ramai dikunjungi. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan sekaligus wadah pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Luwu Timur.

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *