Lutim, timespilitik.com – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur meningkatkan pengawasan kesehatan masyarakat veteriner di sejumlah Tempat Pemotongan Hewan (TPH). Langkah ini dilakukan untuk memastikan daging yang beredar di tengah masyarakat memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
Pengawasan tersebut berlangsung selama 10 hari, mulai 3 hingga 12 Maret 2026, dengan menyasar tujuh kecamatan yang memiliki fasilitas TPH, yakni Wotu, Tomoni, Mangkutana, Kalaena, Malili, Towuti, dan Nuha.
Pejabat Fungsional Medik Veteriner Dinas Pertanian Luwu Timur, Ir. Sukma RS, S.Pt, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi lonjakan потребsi daging menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN), khususnya Idul Fitri.
“Pengawasan ini penting untuk memastikan seluruh proses pemotongan hewan berjalan sesuai standar kesehatan dan ketentuan yang berlaku, sehingga daging yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman,” ujar Sukma.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari kondisi kesehatan hewan sebelum disembelih (ante-mortem) hingga pemeriksaan setelah pemotongan (post-mortem). Selain itu, aspek kebersihan lokasi pemotongan dan tata cara penyembelihan juga menjadi fokus utama pengawasan.
Langkah ini sekaligus bertujuan mencegah peredaran daging yang tidak layak konsumsi serta memberikan jaminan perlindungan kesehatan bagi masyarakat selama momen Idul Fitri.
“Dengan pengawasan yang dilakukan secara intensif, kami berharap kualitas dan keamanan daging di Luwu Timur tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang dan aman,” tandasnya.







