Lutim, timespolitik.com – Memasuki hari ke-9 Ramadan 1447 Hijriah, suasana di Anjungan Sungai Malili tampak berbeda dari hari biasanya. Ribuan masyarakat tumpah ruah memadati kawasan Ramadhan Fest 2026, sebuah agenda tahunan yang selalu dinantikan warga sebagai ajang ngabuburit sekaligus silaturahmi selama bulan suci.
Sejak pukul 15.30 WITA, arus pengunjung mulai berdatangan. Kawasan anjungan yang berada di tepi sungai itu berubah menjadi pusat keramaian. Deretan tenda UMKM berjajar rapi menawarkan beragam menu takjil, mulai dari es buah, pisang ijo, jalangkote, hingga aneka gorengan dan makanan berat khas daerah. Aroma makanan yang menggoda semakin menambah semarak suasana sore.
Tidak hanya berburu takjil, para pengunjung juga dimanjakan dengan penampilan musisi-musisi muda lokal yang tampil di panggung utama. Lagu-lagu religi dan pop yang dibawakan secara live sukses menarik perhatian masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sebagian pengunjung memilih membeli makanan untuk dibawa pulang ke rumah. Namun, tidak sedikit pula yang memutuskan untuk berbuka puasa langsung di area anjungan. Terlihat sejumlah keluarga menggelar tikar di berbagai sudut, menikmati pemandangan sungai sambil menunggu azan Magrib. Momen ini dimanfaatkan sebagai waktu berkumpul bersama keluarga dan sahabat.

Salah satu pengunjung, Usman Siabeng yang akrab disapa Bapak Tari, mengaku momen tahun ini terasa berbeda karena lapak-lapak tersusun lebih rapi dan adanya pentas hiburan yang meramaikan suasana. Ia bersama keluarga hampir setiap tahun selalu menyempatkan diri datang ke Pasar Ramadhan.
“Setiap tahun saya datang bersama keluarga. Tahun ini suasananya lebih tertata dan terasa lebih meriah. Lapaknya rapi, panggung hiburannya juga bagus. Jadi bukan cuma belanja takjil, tapi benar-benar jadi tempat kumpul keluarga dan teman-teman,” ungkap Usman.
Ia menambahkan bahwa Ramadhan Fest memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Malili.
“Bagi saya, ini bukan sekadar pasar Ramadhan. Ini sudah jadi bagian dari tradisi kami. Anak-anak senang, orang tua bisa bersilaturahmi, dan pedagang juga ikut merasakan berkahnya. Mudah-mudahan ke depan semakin kreatif dan makin ramai,” tambahnya.
Ramadhan Fest 2026 juga memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM lokal. Banyak pedagang mengaku omzet mereka meningkat signifikan selama kegiatan berlangsung. Dengan ramainya pengunjung, roda perekonomian masyarakat kecil pun ikut bergerak.
Selain menjadi pusat kuliner dan hiburan, kegiatan ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kekompakan masyarakat dalam menyambut bulan suci. Ramadhan Fest di Anjungan Sungai Malili kembali membuktikan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi dan membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Dengan antusiasme yang terus meningkat setiap tahunnya, Ramadhan Fest di Anjungan Sungai Malili diharapkan dapat terus berkembang menjadi agenda unggulan yang membanggakan daerah serta memperkuat identitas kebersamaan masyarakat di bulan penuh berkah.







